<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Widarto king Tidar's Blog</title>
	<atom:link href="http://widartoks.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://widartoks.wordpress.com</link>
	<description>Banyak silaturahmi membuat sehat, awet muda dan banyak rejeki</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Apr 2008 11:21:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='widartoks.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Widarto king Tidar's Blog</title>
		<link>http://widartoks.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://widartoks.wordpress.com/osd.xml" title="Widarto king Tidar&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://widartoks.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Wayang Ngawur : Palguna &#8211; Palgunadi</title>
		<link>http://widartoks.wordpress.com/2008/04/02/wayang-ngawur-palguna-palgunadi/</link>
		<comments>http://widartoks.wordpress.com/2008/04/02/wayang-ngawur-palguna-palgunadi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 11:21:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Widarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wayang Ngawur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widartoks.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Arjuna yang kecilnya bernama Permadi atau Pamadi itu punya banyak nama, salah satunya Palguna. Dalam kisah ini Arjuna kita panggil sebagai Palguna. Alkisah di suatu tempat di negeri Astina, yang merupakan negaranya para Pandawa dan Kurawa, berdiri sebuah perguruan elit nan favorit bernama perguruan Sokalima. Perguruan ini menampung siswa usia sekolah dasar sampai perguruan tinggi. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widartoks.wordpress.com&amp;blog=2471423&amp;post=17&amp;subd=widartoks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Arjuna yang kecilnya bernama Permadi atau Pamadi itu punya banyak nama, salah satunya Palguna. Dalam kisah ini Arjuna kita panggil sebagai Palguna.</p>
<p>Alkisah di suatu tempat di negeri Astina, yang merupakan negaranya para Pandawa dan Kurawa, berdiri sebuah perguruan elit nan  favorit bernama perguruan  Sokalima. Perguruan ini menampung siswa usia sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Rektornya sangat pintar dan terkenal bernama Profesor Durna. Karena perguruan ini elit dan favorit, maka keluarga kerajaan menyekolahkan anak-anak mereka di sini, tak terkecuali anak-anak Pandawa dan Kurawa. Mereka diajari berbagai ilmu, dari ilmu pemerintahan (karena mereka calon ponggawa kerajaan), ilmu bela diri, bisnis, sampai ilmu ekonomi (supaya bisa mengelola ekonomi negara dengan baik), ilmu komputer yang berbasis IP,  sampai ilmu gaib yang berbasis tenaga dalam.<br />
.<br />
Dari sekian banyak mahasiswa di perguruan Sokalima, anak-anak Pandawa sangat disayang oleh rektornya, sebab mereka cerdas, menurut perintah guru (sekalipun disuruh masuk ke dasar samudra sekalipun, ibaratnya), tidak sombong, suka menolong dan segala  kebaikan lainnya.</p>
<p>Dalam ilmu bela diri dan olah raga  &#8211;khususnya memanah&#8211;  Palgunalah jagonya. Dalam suatu kesempatan, semua mahasiswa  pada mata kuliah memanah dikumpulkan oleh profesor Durna, kemudian ditunjuklah seekor burung di atas pohon. Satu-satu mahasiswa ditanya, apakah mereka melihat kepala burung? Semua menjawab  ya, kemudian apa mereka melihat  sayap? Semua menjwab ya, kemudian ditanya apa mereka melihat kaki burung itu? Semua juga menjawab ya. Hanya Palguna yang jawabannya berbeda, ketika ditanya apa melihat kepala burung, dijawab ya. Ketika ditanya apa melihat sayap? Dijawab tidak, melihat kaki, dijawab tidak juga. Artinya hanya Palguna yang konsentrasi penuh ke kepala burung. Dialah yang sangat fokus pada pekerjaan yang sedang diembannya. Dari berbagai hal tersebut, tidak heran kalau Palguna merupakan mahasiswa paling disayang oleh profesor Durna.</p>
<p>Syahdan, pada suatu hari &#8211;pada saat ada pendaftaran mahasiswa baru&#8211;  datang seorang calon mahasiswa bernama Palgunadi mau mendaftar sebagai mahasiswa di perguruan Sokalima. Palgunadi sangat ingin menjadi mahasiswa di perguruan yang sangat favorit itu, apalagi profesor Durna merupakan idolanya sejak kecil. Nah, setelah menjalani serangkain test saringan masuk, ternyata Palgunadi dinyatakan tidak lulus tes.</p>
<p>Palgunadi sangat sedih karena tidak diterima jadi mahasiswa Sokalima, apalagi saat itu dia sudah punya istri nan cantik, malu jadinya. Untuk pulang ke kota asal Palgunadi sulit, sebab malu sama orang tua dan familinya.  Akhirnya dia tinggal di dekat komplex Sokalima. Karena orang tuanya juga kaya, maka dia mengontrak sebuah rumah besar yang dibelakang rumahnya masih ada tanah luas. Maka dia belajar serius di rumah itu secara otodidak. Buku-buku pelajaran dari perguruan Sokalima,  alat-alat olah raga &#8211;termasuk kelengkapan memanah&#8211;  dibeli, dipelajari dan dilatih sendiri di rumah, dibantu oleh istrinya.<br />
Begitu besarnya dia mengidolakan profesor Durna, dia sengaja membeli patung dan lukisan Durna yang besar saat ada pameran lukisan dan patung yang digelar mahasiswa senirupa  di Sokalima. Selain mengidolakan  profesor Durna, dia juga mengidolakan Palguna yang jago memanah itu. Maka di belakang rumah kontrakannya, tiap hari dia belajar memanah. Nah, sebelum mulai belajar baik ilmu pengetahuan maupaun olah raga khususnya memanah, dia selalu memberi hormat dan memohon ijin dulu ke profesor Durna, penghormatan ini dilakukannya di depan patung dan lukisan Durna, habis dia memang bukan mahasiswa Sokalima.</p>
<p>Dengan belajar memanah sendiri ini ternyata Palgunadi menjadi sangat piawai, berbagai kejuaraan memanah kecil-kecilan dia juarai.  Dengan kemampuan ilmu pengetahuan, bela diri dan olah raga   memanahnya dia tetap ingin  masuk menjadi mahasiswa Sokalima, sebab kalau tidak,  berarti dia tidak akan mendapat gelar sarjana dari perguruan Sokalima saat pulang kelak.</p>
<p>Palgunadi kemudian bergaul dengan para mahasiswa dari Kurawa. Nah, dia mulai dilirik oleh para Kurawa, siapa tahu nantinya bisa diajak memperkuat barisan Kurawa kalau suatu saat harus berhadapan dengan Pandawa. Dia mulai sering ditraktir makan, diajak jalan-jalan dsb. Palgunadipun mulai unjuk kebolehan dalam memanah di hadapan para mahasiswa Kurawa tersebut.</p>
<p>Unjuk kebolehan yang hebat, sekaligus membuat masalah adalah ketika suatu malam dia bersama seorang teman keluarga Kurawa mendengar lolong anjing. Anjing itu &#8211;dari lolongnya&#8211; terdengar jauh dari mereka berdiri dan berada di balik bukit di depan mereka. Palgunadi kemudian mengatakan bahwa dia sanggup memanah anjing itu. Tetntu teman Kurawanya tidak percaya, selain jauh, dibalik bukit,  juga waktu itu  malam hari. Kemudian dia janji kalau Palgunadi berhasil memanah anjing itu, dia mau mentarktir sate dan tongseng di warung  Tegal.   Palgunadi setuju, maka kemudian dia membidikkan anak panahnya melewati bukit, dengan konsentrasi penuh dan dengan kekuatan tarik tertentu supaya jatuhnya anak panah pas ke anjing.</p>
<p>Ternyata pada saat yang sama, yang di balik bukit adalah  Samiaji alias Yudistira si sulung Pandawa sedang jalan-jalan malam ditemani anjingnya. Anjing itu menyalak karena mengendus orang tak dikenal jauh di balik bukit sana. Kemudian tiba-tiba sebuah anak panah datang dan langsung mengenai lidah anjing yang sedang mengonggong tembus ke jantungnya, maka matilah anjing milik Samiaji.<br />
Palgunadi dan temannya segera mendatangi anjing di balik bukit, untuk membuktikan taruhan sate dan tongseng yang  ternyata di sana Samiaji sedang menyesali orang yang tega membunuh anjingnya. Palgunadi menjadi salah tingkah dan dengan sopan meminta maaf. Samiaji juga segera memaafkan, karena memang dia sangat pemaaf.</p>
<p>Kalau Samiaji  bisa memaafkan, tidak demikian halnya dengan  Palguna. Dia begitu jengkel terhadap Palgunadi, pertama karena merupakan saingan berat dan rasanya dia lebih unggul dalam hal memanah, bayangkan anjing di malam hari dengan jarak yang jauh bisa dipanah dan kena lidahnya. Kedua dia merupakan duri jika direkrut oleh Kurawa nantinya. Ketiga sebentar lagi ada World Cup untuk olahraga memanah, pastilah dia jadi batu sandungan yang berat.</p>
<p>Setelah memikirkan strategi bagaimana menjinakkan Palgunadi, menghadaplah Palguna ke profesor Durna di suatu sore, saat yang bersangkutan sedang minum teh hangat. Setelah berbasa-basi Palguna bertanya :&#8221; Prof, sebenarnya siapa sih mahasiswa yang paling anda sayangi di perguruan Sokalima ini?&#8221;. &#8221; Ya, jelas kamu Palguna, kamu merupakan mahasiswa yang cerdas tapi tidak sombong, perkasa tapi penurut kepada guru dan dosen&#8221;, jawab profesor Durna. &#8220;Saya tidak percaya&#8221;, kata Palguna. &#8220;Lho, lho &#8230;. tunggu dulu, sejak kapan kamu tidak percaya kepada saya Gun?&#8221;, kata prof Durna lagi. &#8220;Buktinya, diam-diam prof memberikan ilmu khusus ke Palgunadi, sehingga dia sangat hebat dalam memanah, Kalau memang sudah tidak menganggap saya lagi, saya akan keluar dari perguruan ini&#8221;, kata Palguna lagi.  Prof Durna sangat terkejut mendengar kata-kata Palguna. Dia bingung, mau menyanggah sepertinya Palguna sudah dalam keadaan marah berat. Kalau Palguna benar-benar keluar dari perguruan Sokalima, wah bakal berabe, sebab mahasiswa teladan keluar dari perguruan paling favorit, tentu beritanya akan jadi santapan kuli tinta dan acara infotaintment lainnya. Ujung-ujungnya akan banyak mahasiswa yang ikutan keluar, wah bisa runyam, sebab selain bisa meruntuhkan citra Sokalima, juga berarti bantuan / sumbangan pendidikan dari kerajaan akan bisa tersendat.</p>
<p>Prof Durna berusaha mendinginkan suasana dengan berbagai cara, tapi Palguna tetap pada pendiriannya, dan memang itu strateginya. Setelah prof Durna kelimpungan, Palguna berkata :&#8221; Saya tidak jadi keluar dari Sokalima, kalau prof mau menuruti permintaan saya&#8221;. &#8220;Apa maumu Gun?&#8221;, tanya prof Durna. &#8220;Saya mau Palgunadi dihambat supaya tidak ikut World Cup memanah&#8221;, jawab Palguna. &#8220;Terus bagaiman caranya?&#8221;, tanya prof Durna. &#8220;Ya terserah, saya tunggu hasilnya&#8221;,  bergitu kata Palguna yang segera pergi.</p>
<p>Sekarang prof Durna jadi pusing sembilan keliling, bagaimana caranya menghambat supaya Palgunadi agar tidak fit saat Wordl Cup Memanah nanti. Akhirnya ditemukanlah akal, salah satu jari Palgunadi harus dilukai supaya tidak bisa memanah dengan baik, sehingga akan terasa sakit saat membidikkan anak panah. Itu cukup untuk membuyarkan konsentarsi dan  menghalangi dia menjuarai World Cup Memanah.</p>
<p>Suatu sore prof Durna memanggil Palgunadi, kemudian ditanya apakah dia masih ingin menajdi mahasiswa Sokalima, dijawab dengan ya. Prof Durna mau menerima lewat jalur khusus, tapi dengan syarat tertentu. Palgunadi bersedia memenuhi apapun syaratnya asal bisa diterima jadi mahasiswa Sokalima. Prof Durna mengatakan bahwa syaratnya adalah Palgunadi mau memberikan cincin yang dipakainya. Ini atas perhitungan prof Durna setelah melihat cincin yang dikenakan Palgunadi kekecilan, kalau diambil pastilah jarinya sedikti luka,  sehingga di World Cup Memanah nanti lukanya belum sembuh dan dia akan sulit memanah dengan baik.</p>
<p>Palgunadi setuju degan syarat tersebut. Maka dia berusaha melepas cincinnya untuk diberikan kepada prof Durna, tapi sulit lepas dari jarinya. Dicoba berbagai cara, termasuk diminyaki  tapi tetap sulit. Akhirnya prof Durna mengusulkan agar digergaji saja pelan-pelan. Palgunadi setuju, maka kemudian cincin yang ada di jari tersebut digergaji dengan gergaji besi. Egrek &#8211; egrek &#8211; egrek . .. dan bresss, cincin putus, tapi &#8230;&#8230;alamak,  jari Palgunadi juga ikut putus. Yang jadi masalah pendarahan akibat jari putus itu sulit dibendung, entah kenapa, mungkin golongan darah Palgunadi kekurangan zat pembeku. Darah terus mengalir, mengalir  dan terus mengalir. Dan akhirnya Palgunadi meninggal *).</p>
<p>Setelah Palgunadi meninggal, bergembiralah Palguna sebab saingannya telah tiada. Dia kemudian berusaha merayu istri Palgunadi yang memang cantik nan jelita, namun ternyata istri Palgunadi begitu menyayangi suaminya sehingga tidak menanggapi rayuan Palguna, apalagi suaminya juga baru saja menianggal, kuburnya juga belum kering.<br />
Penolakan istri Palgunadi membuat Palguan jadi penasaran dan terus merayu dengan berbagai cara. Istri Palgunadi tetap menolak, sekalipun ditawari jalan-jalan ke kota besar, tinggal di hotel berbintang dan apa-apa ditanggung oleh Palguna. Dia tetap memegang prinsip, tetap profesional dan loyal, tentunya kepada mendiang suaminya, sebagai istri yang baik.<br />
Tak tahan mendapat &#8216;serangan&#8217; rayuan dari Palguna bertubi-tubi, istri Palgunadi kemudian pulang kampung yang jauh dari negara Astina supaya tidak &#8216;di buru-buru&#8217; Palguna lagi. **)<br />
Palgunapun akhirnya hanya bisa bertepuk sebelah tangan.</p>
<p>Wd</p>
<p>*) Versi dalang beneran, sewaktu Palgunadi bersedia diambil cincinnya, maka oleh Durna jari Palgunadi yang ada cincinnya  sengaja dipotong. Karena di cincin itu letak &#8216;apes&#8217;-nya Palgunadi, maka dengan cincin terlepas, matilah dia.  Sebelum meninggal dia menyimpulkan bahwa Durna sengaja membunuhnya, maka dia berkata :&#8221; Hai Durna, saya tahu anda sengaja membunuh saya. Tunggu di perang Barata Yuda nanti, di sana saya akan membalas kematian ini lewat tangan Drusta Jumpena&#8221;.</p>
<p>**) Versi dalang,  istri Palgunadi bunuh diri karena dipaksa-paksa oleh Palguna tapi tidak mau.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/widartoks.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/widartoks.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/widartoks.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/widartoks.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/widartoks.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/widartoks.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/widartoks.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/widartoks.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/widartoks.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/widartoks.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/widartoks.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/widartoks.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/widartoks.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/widartoks.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/widartoks.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/widartoks.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widartoks.wordpress.com&amp;blog=2471423&amp;post=17&amp;subd=widartoks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widartoks.wordpress.com/2008/04/02/wayang-ngawur-palguna-palgunadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/633ce6a25f97d1de93ec0c2abf809e84?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Widarto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wayang Ngawur : Karna dan senjata Kunta</title>
		<link>http://widartoks.wordpress.com/2008/01/21/wayang-ngawur-karna-dan-senjata-kunta/</link>
		<comments>http://widartoks.wordpress.com/2008/01/21/wayang-ngawur-karna-dan-senjata-kunta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2008 11:08:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Widarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wayang Ngawur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widartoks.wordpress.com/2008/01/21/wayang-ngawur-karna-dan-senjata-kunta/</guid>
		<description><![CDATA[Karna yang berarti telinga (sebab kata dalang dia lahir melalui telinga) juga biasa dipanggil Baso Karna, Adipati Karna. Selain itu dia juga sering disebut Suryaputra, Suryatmaja atau Surya Atmaja yang berarti anaknya Surya (Batara Surya). Dia mempunyai senjata yang sangat ampuh bernama Kunta Wijayandanu atau Kunta. Kunta berupa keris / tombak. Senjata ini bisa dipakai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widartoks.wordpress.com&amp;blog=2471423&amp;post=16&amp;subd=widartoks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karna yang berarti telinga (sebab kata dalang dia lahir melalui telinga)  juga biasa  dipanggil Baso Karna, Adipati Karna. Selain itu dia juga sering  disebut Suryaputra, Suryatmaja atau Surya Atmaja yang berarti anaknya Surya (Batara Surya).  Dia mempunyai senjata yang sangat ampuh bernama Kunta Wijayandanu atau Kunta.</p>
<p>Kunta berupa keris / tombak. Senjata ini  bisa dipakai sebagai keris seperti saat masih baru (milik dewa) atau bisa juga dipasang di ujung anak panah sebagai senjata panah. Bagaimana Karna memperoleh senjata ampuh &amp; andalan ini,  kronologisnya begini.</p>
<p>Alkisah saat itu para dewa merilis senjata baru bernama Kunta dan  mau diberikan kepada  manusia yang paling berjasa pada para dewa dan prestasi lain juga bagus. Kemudian diumumkan di koran-koran, siapa saja yang mau boleh ikut sayembara guna mendapat Kunta, semacam  tender terbukalah. Maka berduyun-duyunlah para manusia membuat proposal ke dewa, baik  mencalonkan dirinya sendiri maupun mencalonkan orang lain (seperti proses penentuan pemenang Kalpataru jaman sekarang),  tidak terkecuali Arjuna dan Karna. Proposal dilengkapi dengan referensi dari atasan, bawahan, keluarga, tetangga, oraganisasi, dll.  Referensi dari pemuka agama juga diperlukan sebagai bukti  <b>I</b>man ybs kuat, dari <b>B</b>udayawan juga kalau calon aktif / berjasa di bidang kesenian / olah rasa. Tidak ketinggalan semua piagam / piala <b>O</b>lah raga disertakan, baik OR yang berkeringat yang disebut <b>sport</b> semacam ping-pong, sepak bola, tangkis bulu, dll. maupun yang tidak sampai berkeringat yang disebut <big>games</big> seperti bola sodok, karambol, catur, bridge, dll.  Kalau bahasa para dalang sih katanya dengan bertapa.</p>
<p>Dari sekian banyak proposal yang masuk maka Arjunalah yang dianggap paling bagus. Panitia yang terdiri dari para dewa itu lantas memanggil semua peserta untuk berkumpul di aula. Batara Narada sebagai ketua panitia segera mengumumkan pemenang yang berhak menerima Kunta. Saat diumumkan itu Arjuna sedang berada toilet, maklum stress berat menunggu pengumuman. Narada yang juga wakil presiden para dewa &#8211;dalam rangka membuat kejutan&#8211;  segera memanggil orang di depannya yang sangat mirip dengan Arjuna, orang tersebut  &#8211;yang ternyata Karna&#8211; segera maju dan Narada kemudian menyerahkan Kunta kepadanya, sebab Narada mengira dia Arjuna.  Tentu Karna dan kawan-kawannya sangat gembira. Upacara kemudian selesai dan hadirin bubar, termasuk Narada yang segera menuju kendaraan dinasnya untuk kembali ke kantornya.</p>
<p>Syahdan ada seorang wartawan yang terlambat datang ke upacara itu, karena jalan macet akibat sampah bertumpuk di badan jalan. Si wartawan saat berpapasan dengan Narada yang sedang menuju kendaraan tadi bertanya, siapa yang memenangkan  tender terbuka tersebut dan dijawab oleh Narada bahwa dialah Arjuna. Ketika ditanyakan alasannya, Narada menjawab bahwa Arjunalah yang paling banyak jasanya  ke rakyat, negara dan dewa . Dia juga rajin ke candi / pura. Prestasi dibidang olah raga  khususnya memanah juga hebat,  dia adalah jawara di bidang ini, kecuali pernah dipermalukan sekali oleh pemanah bukan unggulan yaitu Palgunadi *).  Di bidang seni juga berprestasi karena dia pandai menari bahkan pernah menjadi dosen tari. Pokonya paling lengkaplah. Sang wartawanpun hanya bisa manggut-manggut.</p>
<p>Kemudian sang wartawan menuju aula di mana masih banyak orang di sana dan bercerita tentang kemenangan Arjuna pada kompetisi ini. Berita ini membuat geger hadirin yang ada di situ, sebab mereka tahu bahwa pemenangnya adalah Karna dan  Kunta telah diserahkan kepada Karna. Ketika Arjuna bertanya dengan sangat serius dan sempat mengancam mau membunuhnya jika bohong, sang wartawan sumpah-sumpah bahwa dia tidak bohong dan sanggup disambar geledek tujuh kali kalau ngibul.</p>
<p>Lalu Arjuna mendatangi Karna dan meminta senjata Kunta yang merupakan haknya tersebut. Tentu saja Karna menolak, maka terjadilah percekcokan yang berujung ke perkelahian. Ramai dan lama sekali mereka berkelahi. Berita inipun segerea menyebar ke seantero penjuru dan sampailah ke Narada. Narada kemudian menyadari bahwa telah memberikan Kunta ke orang yang salah, sungguh dia sangat menyesal dengan kejadian ini. Lha,  dewa kok ya bisa salah melihat wajah seseorang dan salah memberikan benda yang sangat penting, berharga dan berbahaya itu. . . . . . nggak habis-habisnya dia menyalahkan diri sendiri, tentu di dalam hati saja.</p>
<p>Narada kemudia kembali ke depan aula tempat dua orang dengan wajah mirip sedang berkelahi. Pada saat itu Arjuna yang mau merampas paksa senjata Kunta berhasil memegang warangka / sarungnya, sementara Karna memegang gagangnya. Ketika Arjuna sekuat tenaga  membetotnya, lepaslah Kunta dari sarungnya. Keduanya orang itu  jatuh terjengkang ke belakang.  Karna memegang kerisnya, sementara Arjuna mendapat sarungnya. Pada saat itu pula Narada datang dan memisah yang sedang berkelahi dan  mengatakan bahwa kejadian ini &#8216;sudah kehendak dewa&#8217;, sebuah alasan sakti yang tidak akan dibantah oleh siapapun. Lalu Narada memerintahkan agar Karna tetap sebagai pemilik tombak Kuta dan Arjuna sebagai empunya sarungnya saja, walaupun katanya sarungnya juga tidak kalah ampuhnya dari senjatanya.<br />
Sebagai penutup Narada berkata bahwa suatu saat nanti Kunta senjata dan  sarungnya  akan menyatu kembali  ketika ada peristiwa &#8216;curiga manjing warangka&#8217; **)</p>
<p>Wd</p>
<p>*)   Dalam cerita Palguna-Palgunadi.<br />
**) Dalam kisah curiga manjing warangka tentunya</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/widartoks.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/widartoks.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/widartoks.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/widartoks.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/widartoks.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/widartoks.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/widartoks.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/widartoks.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/widartoks.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/widartoks.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/widartoks.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/widartoks.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/widartoks.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/widartoks.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/widartoks.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/widartoks.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widartoks.wordpress.com&amp;blog=2471423&amp;post=16&amp;subd=widartoks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widartoks.wordpress.com/2008/01/21/wayang-ngawur-karna-dan-senjata-kunta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/633ce6a25f97d1de93ec0c2abf809e84?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Widarto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islam : Sabar dan sukur</title>
		<link>http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/islam-sabar-dan-sukur/</link>
		<comments>http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/islam-sabar-dan-sukur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 07:34:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Widarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/islam-sabar-dan-sukur/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu alaikum wr wb Katanya sih, kalau bisa hidup ini selalu diisi dengan dua hal itu, sabar (shobar) dan sukur (syukur). Gak punya duit . . sabar, punya duit . . . sukur. Gaji / lembur/ insentif belum keluar . . . sabar, sudah terima . . . . sukur. dsb, dst.Sabar itu katanya tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widartoks.wordpress.com&amp;blog=2471423&amp;post=9&amp;subd=widartoks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="postentry">
<div class="snap_preview">Assalamu alaikum wr wb<br />
Katanya sih, kalau bisa hidup ini selalu diisi dengan dua hal itu, sabar (shobar) dan sukur (syukur). Gak punya duit . . sabar, punya duit . . . sukur. Gaji / lembur/ insentif belum keluar . . . sabar, sudah terima . . . . sukur. dsb, dst.Sabar itu katanya tidak sekedar ‘menerima keadaan’ <i>(nrimo)</i>, tetapi perlu diikuti dengan ikhtiar. Sebagai contoh kalau sakit selain harus ‘menerima’ (tidak menyalahkan orang lain, bakteri, debu, dll. apalagi sampai menyalahkan Tuhan), juga harus berikhitiar, ke dokter, ke dukun, olah raga, dll.Nah, dalam hal apa kita harus sabar ?<br />
1) Dalam kehidupan sehari hari :  saat macet, ban kempes, anak nangis, masakan nggak enak, dll.<br />
2) Saat mendapat musibah : keluarga sakit, uang hilang, dll.<br />
3) Nah, sabar yang paling tinggi nilainya di sisi Allah adalah sabar dalam menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.<br />
Seberapa tinggi level kesabaran kita ? Yuk kita introspkesi.</p>
<p>Bagaimana dengan sukur ? Sukur itu artinya terima kasih. Kalau ada yang memberi topi, sekalipun sudah mengucapkan terima kasih, tapi kalau topinya kita lempar ke tempat sampah, namanya bukan terima kasih.<br />
Jika ada yang memberi handuk (tentunya maksudnya untuk handukan), kita ucapkan banyak terima kasih, kemudian handuk kita pakai sebagai <span style="font-style:italic;">keset</span> (alas kaki), ya namanya juga bukan terima kasih, tapi ngeledek.</p>
<p>Jadi sukur harus bagaimana ? Ya menggunakan apa yang diberikan si pemberi sesuai peruntukan yang diinginkan yang memberi. Kalau makanan ya untuk dimakan, topi untuk dipakai di kepala, handuk untuk handukan, dst.</p>
<p>Sukur kepada Allah tentunya menggunakan kesehatan kita untuk beraktifitas yang baik, mata untuk membaca yang baik-baik, tidak untuk ngintip, otak untuk berpikir yang baik, untuk bekerja, dst;  tidak untuk berpikir yang ngeres, dst, dst.</p>
<p>Apakah kita sudah menggunakan segala hal yang diberikan oleh Allah (kesehatan, rejeki, istri/suami, gaji / penghasilan, mata, hidung, rambut, dll, dst) sesuai yang dikehendaki-Nya ?<br />
Kalau sudah berarti kita termasuk orang bersyukur.   Amin.<br />
Wallahu a’lam</p>
<p>Wassalam,<br />
Wd</p></div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/widartoks.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/widartoks.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/widartoks.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/widartoks.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/widartoks.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/widartoks.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/widartoks.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/widartoks.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/widartoks.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/widartoks.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/widartoks.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/widartoks.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/widartoks.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/widartoks.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/widartoks.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/widartoks.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widartoks.wordpress.com&amp;blog=2471423&amp;post=9&amp;subd=widartoks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/islam-sabar-dan-sukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/633ce6a25f97d1de93ec0c2abf809e84?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Widarto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebab Musabab : Setali Tiga Uang, Seringgit Si Dua Kupang</title>
		<link>http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/sebab-musabab-setali-tiga-uang-seringgit-si-dua-kupang/</link>
		<comments>http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/sebab-musabab-setali-tiga-uang-seringgit-si-dua-kupang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 07:34:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Widarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sebab Musabab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/sebab-musabab-setali-tiga-uang-seringgit-si-dua-kupang/</guid>
		<description><![CDATA[” Wah, kalau begitu sih, setali tiga uang . . . . .” Apa anda pernah mendengar istilah ini (setali tiga uang) ? Kalau ya, apa hayo maksudnya ? Untuk generasi tua (semacam saya ini) so pasti tahu, artinya : ’sama saja’. Lho kok setali tiga uang = sama saja ?Jaman dulu (tahun 50-60an) uang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widartoks.wordpress.com&amp;blog=2471423&amp;post=11&amp;subd=widartoks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="postentry">
<div class="snap_preview">” Wah, kalau begitu sih, setali tiga uang  . . . . .”<br />
Apa anda pernah mendengar istilah ini (setali tiga uang) ? Kalau ya,  apa hayo maksudnya ?<br />
Untuk generasi tua (semacam saya ini) so pasti tahu, artinya : ’sama saja’.<br />
Lho kok setali tiga uang = sama saja ?Jaman dulu (tahun 50-60an) uang yang beredar ada yang dalam pecahan <b>satu rupiah</b>. Ada pula pecahannya (lebih kecil dari satu rupiah) yang semua berupa uang logam, atau berupa kepingan, makanya suka ada yang menyebut keping, hepeng, dll.</p>
<p>Di bawah pecahan <b>satu rupiah</b> ada yang pecahan <b>1 sen</b> (seper seratus rupiah), <b>5 sen</b> (uangnya bolong di tengah), <b>10 sen</b> (disebut juga <b>satu ketip / kelip</b>) kemudian ada <b>25 sen </b>ini yang disebut<b> setali, </b>ada lagi pecahan <b>50 sen </b>(alias setengah rupiah)<b>. </b>Ada juga pecahan<b> satu uang </b>(kata orang tua sih, saya sendiri sudah tidak mengalami, melihat uang ‘<b>satu uang</b>‘ ini). Nah uang <b>setali</b> kalau di kurs (atau ditukar) menjadi <b>tiga uang</b> (tiga keping <b>satu uang</b>). Makanya timbul istilah ’setali tiga uang’ itu.</p>
<p>Di atas satu rupiah ada uang <b>seringgit </b>(2,5 rupiah), lima rupiah dan 10 rupiah. Kemudian pecahan di atas satu rupiah ini bertambah terus 25 rupiah, 50 rupiah, dst…….. sampai 10.000 rupiah. Tahun 66-an ada ‘pemotongan’ uang, uang <b>1000 rupiah</b> diganti dengan <b>uang baru</b> senilai <b>satu rupiah. </b>Kemudian uang yang beredar mengikuti nila <b>uang baru itu.</b> Jadi, kalau anda sekarang pegang uang 100 ribu rupiah, itu sama dengan anda pegang uang 100 juta rupiah di tahun 60-an. Hebat bukan ?!</p>
<p>Ada juga uang yang disebut <b>satu benggol.</b> Uang ini sebenarnya besaran <b>2,5 Gulden</b> (uang Belanda) , di Indonesia dia ‘diperlakukan’ sama dengan  <b>dua setengah rupiah</b> alias sama dengan <b>seringgit.</b> Belakang hari ketika infalasi sudah membubung tinggi dan uang benggol sudah ‘tidak laku’, maka kemudian uang ini sangat terkenal (dan nyaman) sebagai alat ‘kerokan’ bagi yang masuk angin.</p>
<p>Kembali ke jaman 60-an  Saat itu ada uang bernilai <b>1 1/4 rupiah</b> yang disebut <b>satu kupang</b> (yang ini saya juga nggak kebagian melihat uangnya). Maka seringgit nilainya dua kupang bukan ? Jadi nggak aneh kalau ada lagu berjudul <b>seringgit si dua kupang</b> yang artinya ya sama saja. Anda tahu lagunya ?</p>
<p>Salam,<br />
Widarto</p></div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/widartoks.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/widartoks.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/widartoks.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/widartoks.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/widartoks.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/widartoks.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/widartoks.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/widartoks.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/widartoks.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/widartoks.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/widartoks.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/widartoks.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/widartoks.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/widartoks.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/widartoks.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/widartoks.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widartoks.wordpress.com&amp;blog=2471423&amp;post=11&amp;subd=widartoks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/sebab-musabab-setali-tiga-uang-seringgit-si-dua-kupang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/633ce6a25f97d1de93ec0c2abf809e84?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Widarto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Santai sejenak : Gara-gara nyidam sari</title>
		<link>http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/santai-sejenak-gara-gara-nyidam-sari/</link>
		<comments>http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/santai-sejenak-gara-gara-nyidam-sari/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 07:33:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Widarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Santai Sejenak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/santai-sejenak-gara-gara-nyidam-sari/</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 80-an yang lalu (di Makassar), bu Johar mengandung anak pertama. Nah, waktu itu dia nyidam pengin makan durian, padahal waktu itu belum musim durian, repotlah jadinya. Tiap hari pak Johar berusaha mencari durian, eh siapa tahu ada, tapi ternyata ya nggak dapat dapat jua, orang memang bukan musimnya! Karena tiap hari direngekin istri yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widartoks.wordpress.com&amp;blog=2471423&amp;post=10&amp;subd=widartoks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><tt><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Tahun 80-an yang lalu (di Makassar), bu Johar mengandung anak pertama. Nah, waktu itu dia nyidam pengin makan durian, padahal waktu itu belum musim durian, repotlah jadinya</span></tt><tt><span style="font-family:Arial;">.</span></tt></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> Tiap hari pak Johar berusaha mencari durian, eh siapa tahu <tt><span style="font-family:Arial;">ada, tapi ternyata ya nggak dapat dapat jua, orang memang bukan musimnya! Karena</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">tiap hari direngekin istri yang pengin makan durian –dan ini yang lebih</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">penting takut anaknya ‘ngecess’ (keluar air liur) nantinya– terpaksalah pak</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">Johar mencari informasi kesana kemari soal durian.</span></tt></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">Akhirnya didapatlah informasi bahwa di restoran Bambu Kuning (sebut saja begitu)</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">ada durian, bukan dalam bentuk durian utuh, tapi berupa es durian. Ketika</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">ditawarkan ke bu Johar, dia setuju untuk melunasi nyidamnya dengan es durian</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">saja … lha wong durian betulan juga nggak ada.</span></tt></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">Yang jadi masalah, es durian itu adanya di ‘restoran’, sementara kata ‘restoran’</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">masih merupakan hal yang tabu. Gimana nggak tabu, saat itu pangkat dan gaji</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">pak Johar masih relatif rendah, sehingga kata ‘restoran’ bagi mereka artinya</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">mahal !!</span></tt></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">Begitulah, siang itu pak Johar dan bu Johar meluncur ke resotoran Bambu Kuning</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">dengan membawa uang sekitar 40 ribu rupiah, kalau sekarang barangkali ya sekitar 400</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">ribu, gitu. Cukup pede-lah untuk masuk restoran yang kata orang sangat mahal</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">itu.</span></tt></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">Tiba di restoran, langsung menanyakan apa ada es durian dan dijawab ada, legalah</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">mereka, nyidam bisa terbayar. Nah, selain membeli es durian, untuk pantas-pantas</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">mereka memesan beberapa menu lainnya, diantaranya masakan dari jamur yang</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">waktu itu di sana masih merupakan barang langka, karena harus didatangkan dari</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">pulau Jawa dan oleh karenanya harus disimpan di kulkas supaya tahan lama. </span></tt></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"><tt><span style="font-family:Arial;">Es durian di siang terik itu memang uenak tenan, tapi masakan jamurnya kurang matang, maklum sekian lama disimpan di kulkas akhirnya menjadi beku dan sewaktu dimasak, bagian luarnya sudah matang, sementara bagian dalamnya masih dingin . . . rasa es jamur! Alhasil tidak habis dimakan berdua.</span></tt></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"><tt><span style="font-family:Arial;">Selesai makan ke kasir untuk membayar dan  . . . .  . matilah awak! Jumlah yang harus dibayar ternyata sekitar 70 ribu </span></tt></span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"><tt><span style="font-family:Arial;">rupiah </span></tt></span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"><tt><span style="font-family:Arial;">(kalau sekarang sekitar 700 ribu rupiah)!! Wah, badan jadi lemas! Malunya ngggak ketulungan. Bagaimana tidak, di kantong hanya ada uang 40 ribu, ATM dan kartu kredit waktu itu ‘belum musim’. Dalam hati sudah mantab, kendaraan yang hanya sepeda motor bebek itu akan ditinggal sebagai ‘boreg’ atau jaminan sampai bisa membayar tagihan makan siang istimewa itu.</span></tt></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"><tt><span style="font-family:Arial;">Kini pak Johar lebih yakin, kalau di restoran itu ya memang  mahal, seperti</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">yang mereka duga !! Nah, untuk ‘meyakinkan’ bahwa memang mahal, selain memang</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">penasaran, pak Johar melihat ke ‘daftar tagihan’, sekedar pengin tahu es durian</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">itu satu porsi berapa dan masakan jamur yang didatangkan jauh-jauh dari Jawa itu</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">harga satuannya berapa. Ternyata ada yang janggal, bon tagihan yang ditulis</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">tangan itu, harga setiap makanan itu ditulis tidak ‘rata kanan’ ke bawah,</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">akibatnya penjumlahan yang juga pakai tangan itu (tidak pakai kalkulator,</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">apalagi cash machine, karena belum musimnya) menjadi salah. Seketika hatinya</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">lega. Setelah dikonfirmasikan ke kasir, ternyata benar salahnya, jumlah tagihan</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">yang betul sekitar 14 ribu saja !! Wah, plong rasanya.</span></tt></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">Makan seharga 14 ribu kok ditagih 70 ribu ….. untung kelirunya agak</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">keterlaluan, kalau misalnya ditagihnya 35 ribu, mungkin pak Johar akan langsung</span></tt><br />
<tt><span style="font-family:Arial;">membayar (tanpa memelototin bon tagihan, seperti layaknya di film-film itu).</span></tt></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><br />
</span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Weleh weleh . . . . .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Widarto</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Note : Bu Johar dalam cerita ini ya istri saya sendiri dan tentunya pak Johar ya saya sendiri</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/widartoks.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/widartoks.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/widartoks.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/widartoks.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/widartoks.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/widartoks.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/widartoks.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/widartoks.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/widartoks.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/widartoks.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/widartoks.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/widartoks.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/widartoks.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/widartoks.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/widartoks.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/widartoks.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widartoks.wordpress.com&amp;blog=2471423&amp;post=10&amp;subd=widartoks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/santai-sejenak-gara-gara-nyidam-sari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/633ce6a25f97d1de93ec0c2abf809e84?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Widarto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesehatan : Membasuh Racun di tubuh</title>
		<link>http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/kesehatan-membasuh-racun-di-tubuh/</link>
		<comments>http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/kesehatan-membasuh-racun-di-tubuh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 07:33:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Widarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/kesehatan-membasuh-racun-di-tubuh/</guid>
		<description><![CDATA[Hampir tiap hari kita memasukkan racun ke tubuh kita, misalnya : 1) Nasi yang diperoleh dari padi yang selalu diracun (insektisida), pestisida, pupuk, dll 2) Sayuran : bayam, wortel, dll yang sama saja sering diracun dan dipupuk. Juga kangkung yang diperoleh dari ‘kota’ alias sawah tempat tumbuhnya menerima air dari selokan ‘kota’ yang full oli, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widartoks.wordpress.com&amp;blog=2471423&amp;post=7&amp;subd=widartoks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="postentry">
<div class="snap_preview"><big> Hampir tiap hari kita memasukkan racun ke tubuh kita, misalnya :<br />
1) Nasi yang diperoleh dari padi yang selalu diracun (insektisida), pestisida, pupuk, dll<br />
2) Sayuran : bayam, wortel, dll yang sama saja sering diracun dan dipupuk. Juga kangkung yang diperoleh dari  ‘kota’ alias sawah tempat tumbuhnya menerima air dari selokan ‘kota’ yang full oli, busa sabun, bekas Baygon/ Raid, racun rumah tangga, sampai timah hitamnya kendaraan.<br />
3) Buah-buahan juga banyak yang begitu : diracun, dipupuk<br />
4) Ikan, daging yang diperoleh diberi makan produk anorganik plus kadang, diawetkan dengan formalin,  borax, dll<br />
5) Obat-obatan yang sebenarnya juga racun<br />
6) Udara kotor : terutama kalau naik motor tanpa masker.<br />
7) Dll</big><big>Nah, bagaimana membasuh atau membuangnya ?<br />
Ya seperti mencuci baju :<br />
1) di-kucek-kucek/ dibanting, diperas<br />
2) dibilas, digelontor  pakai air,<br />
3) disabun.</big></p>
<p><big>Lho kalau racun di tubuh bagaimana?<br />
1) Meng-kucek-kucek, dibanting, diperas : kalau yang ini ya dengan olah raga. Dengan olah raga,  badan serasa  di-kucek-kucek, dibanting, diperas. So, kalau ada racun ya mudah-mudahan  keluar semua.<br />
2) Dibilas / digelontor pakai air : ya dengan minum yang banyak, minimal (katanya) 8 gelas sehari.<br />
3) Pakai sabun : Nah kalau yang ini bisa pakai zat anti racun (antitoxin) yang dijual di apotek. Atau kalau mau mudah, enak dan alami minum saja air kelapa (terutama yang kulitnya berwarna hijau).</big></p>
<p><big>Jadi mulai sekarang kita perlu sering makan-makan dan minumnya es kelapa muda  . . . .<br />
Asyik, enak, racun di tubuh bisa melayang . . .</big></p>
<p><big>Wd</big></p>
<p><big>Ctt : jaman saya kecil, baru-barunya ada racun untuk hama di sawah, banyak pemilik bebek yang keracunan saat digembala di sawah, akibat sawahnya disemprot dengan racun.<br />
Obatnya saat itu ya air kelapa, terutama kelapa hijau</big></div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/widartoks.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/widartoks.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/widartoks.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/widartoks.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/widartoks.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/widartoks.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/widartoks.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/widartoks.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/widartoks.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/widartoks.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/widartoks.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/widartoks.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/widartoks.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/widartoks.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/widartoks.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/widartoks.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widartoks.wordpress.com&amp;blog=2471423&amp;post=7&amp;subd=widartoks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/kesehatan-membasuh-racun-di-tubuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/633ce6a25f97d1de93ec0c2abf809e84?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Widarto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jawa : Jeneng Dina Lan Pasaran (Nama Hari dan Pasaran)</title>
		<link>http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/jawa-jeneng-dina-lan-pasaran-nama-hari-dan-pasaran/</link>
		<comments>http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/jawa-jeneng-dina-lan-pasaran-nama-hari-dan-pasaran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 07:33:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Widarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/jawa-jeneng-dina-lan-pasaran-nama-hari-dan-pasaran/</guid>
		<description><![CDATA[Kalau mau ngasih nama cucu dengan nama hari, berikut nama hari dan pasaran Jawa. Mohon maaf utk rekan lain, boleh baca juga sih sebagai wawasan (kalau ada yg kurang jelas bisa ditanyakan ke tetangga sebelah).Nama dinten sarta nama pasaran (Nama hari dan nama pasaran. Pasaran maksudnya hari pasar untuk daerah tertentu). A. Saptawara : wekdal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widartoks.wordpress.com&amp;blog=2471423&amp;post=8&amp;subd=widartoks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="postentry">
<div class="snap_preview">Kalau mau ngasih nama cucu dengan nama hari, berikut nama hari dan<br />
pasaran Jawa.<br />
Mohon maaf utk rekan lain, boleh baca juga sih sebagai wawasan<br />
(kalau ada yg kurang jelas bisa ditanyakan ke tetangga sebelah).Nama dinten sarta nama pasaran<br />
(Nama hari dan nama pasaran. Pasaran maksudnya hari pasar untuk daerah tertentu).<br />
<i>    A. Saptawara : wekdal ingkang gadhah puteran pitung dinten.</i></p>
<p>(Saptawara : waktu yang punya putaran tujuh hari).</p>
<p>1.   Radite (Ngahad),  –&gt; Ahad, Minggu</p>
<p>2.   Soma (Senen), –&gt; Senin</p>
<p>3.   Anggara (Selasa), –&gt; Selasa</p>
<p>4.   Buda (Rebo), –&gt; Rabu</p>
<p>5.   Respati (Kemis), –&gt; Kamis</p>
<p>6.   Sukra (Jumuwah),  –&gt; Jum’at</p>
<p>7.   Tumpak (Setu)  –&gt; Sabtu.</p>
<p><i>    B.  Panwacara: wekdal ingkang gadhah puteran gangsal dinten.</i></p>
<p>(Panwacara : waktu yang mempunyai putaran lima hari)</p>
<p>1.   Jenar (Pahing),<br />
2.   Palguna (Pon),<br />
3.   Cemengan (Wage),<br />
4.   Kasih (Kliwon), sarta<br />
5.   Manis (Legi).</p>
<p><i>Sumangga, pinangka wawasan.Nuwun.<br />
</i></p>
<p>(Silahkan sebagai wawasan)</p>
<p>Widarto</p></div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/widartoks.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/widartoks.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/widartoks.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/widartoks.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/widartoks.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/widartoks.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/widartoks.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/widartoks.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/widartoks.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/widartoks.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/widartoks.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/widartoks.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/widartoks.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/widartoks.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/widartoks.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/widartoks.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widartoks.wordpress.com&amp;blog=2471423&amp;post=8&amp;subd=widartoks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/jawa-jeneng-dina-lan-pasaran-nama-hari-dan-pasaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/633ce6a25f97d1de93ec0c2abf809e84?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Widarto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wayang Ngawur : Lahirnya Karna</title>
		<link>http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/wayang-ngawur-lahirnya-karna/</link>
		<comments>http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/wayang-ngawur-lahirnya-karna/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 07:16:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Widarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wayang Ngawur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/wayang-ngawur-lahirnya-karna/</guid>
		<description><![CDATA[180px-karna-kl.jpg   Alkisah Dewi Kunti, remaja putri, yang putri raja itu mendapat hadiah ulang tahun yang sangat berharga dari gurunya.. Hadiah itu berupa ‘handphone / hp’ yang saat itu merupakan barang super mewah dan super canggih. Yang punya hp saat itu hanya para dewa saja. Maka Dewi Kunti lalu mencoba-coba hp tsb, tentunya hanya bisa berhubungan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widartoks.wordpress.com&amp;blog=2471423&amp;post=6&amp;subd=widartoks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="postentry">
<div class="snap_preview"><a href="http://widartoks.files.wordpress.com/2008/01/180px-karna-kl.jpg" title="180px-karna-kl.jpg">180px-karna-kl.jpg   </a>Alkisah Dewi Kunti, remaja putri, yang putri raja itu mendapat hadiah ulang tahun yang sangat berharga dari gurunya.. Hadiah itu berupa ‘handphone / hp’ yang saat itu merupakan barang super mewah dan super canggih. Yang punya hp saat itu hanya para dewa saja. Maka Dewi Kunti lalu mencoba-coba hp tsb, tentunya hanya bisa berhubungan dengan para dewa. Nah, suatu hari Dewi Kunti iseng-iseng menghubungi salah satau nomor, eh ternyata itu nomor hp-nya Batara Surya, seorang dewa yang menjabat sebagai Manager Tata Surya, dia yang mengatur segala hal terkait dengan tata surya, termasuk peredaran, kecepatan edar, jarak dan pernak-pernik mengatur tata surya.<br />
Dari ngrumpi tiap hari itu, suatu saat Batara Surya mengajak temu darat, oleh Dewi Kunti diiyakan saja, sebab menurut perhitungannya itu tidak mungkin alias hil yang mustahal, sebab jarak keduanya (bumi-matahari) suangat jauh dan perlu biaya yang besar untuk menemui sang Dewi.<br />
Eh, ternyata malam harinya Batara Surya benar-benar datang di kediaman Dewi Kunti. Maka merekapun ngrumpi ke sana kemari. Lama kelamaan ya masuk ke area berbahaya, ya namanya ada 2 orang lelaki dan perempuan berduaan, di malam hari lagi. Kencan inipun berlanjut di malam-malam selanjutnya. Maka terjadilah yang ada di lagunya Dian Pisesa :” Mulanya biasa saja, …. akhirnya hamil juga ….”. Hal ini tentunya membuat orang tua Dewi Kunti kalang-kabut. Maka mengenai hamilnya Dewi Kunti dirahasiakan dengan sangat-sangat rapat.Ketika tiba waktunya Dewi Kunti melahirkan, agar tidak diketahui calon suaminya kelak –bahwa sang dewi pernah hamil–, kelahiran dilaksanakan secara sesar alias bedah perut. Kalau menurut dalang sih sang bayi diambil dari telinga Dwi Kunti, entah memang begitu atau ini hanya kiasan saja bahwa kelahiran sang jabang bayi ’sangat dirahasiakan’, rumput dan daun tidak boleh mendengar, apalagi telinga. Kemudian sang bayi dilarung (dihanyutkan) di sebuah sungai.Bayi tersebut lantas ditemukan dan dipelihara oleh seorang pertapa merangkap seorang guru, dia kemudian diberi nama Karna (yang artinya telinga). Dia kemudian dididik, diajari beladiri sampai tingkat paling tinggi, disekolahkan sampai jadi sarjana. Setelah itu baru disuruh mencari orang tuanya. Akhirnya dia kesasar ke Astina yang ternyata diterima dengan baik, diberi pekerjaan yang baik, bahkan belum 6 bulan menjabat sebagai Komandan Kompi sudah diangkat menjadi Bupati Awangga oleh raja Astina, sang Duryudana. Dia bahkan dikawinkan dengan Dewi Surtikanti, yang merupakan kakak dari istri Duryudana sendiri yang bernama Dewi Banowati. Sang dewi ini merupakan (Teman Tapi Mesra) TTM-nya Arjuna yang terkenal play boy. Tentunya Karna dibaik-baiki dengan harapan akan membela Kurawa kelak di perang Barata Yudha, dan memang Karna sangat setia kepada Kurawa.<br />
<b><br />
</b>Widarto</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/widartoks.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/widartoks.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/widartoks.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/widartoks.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/widartoks.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/widartoks.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/widartoks.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/widartoks.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/widartoks.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/widartoks.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/widartoks.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/widartoks.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/widartoks.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/widartoks.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/widartoks.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/widartoks.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widartoks.wordpress.com&amp;blog=2471423&amp;post=6&amp;subd=widartoks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/wayang-ngawur-lahirnya-karna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/633ce6a25f97d1de93ec0c2abf809e84?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Widarto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekapur Sirih</title>
		<link>http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/hello-world/</link>
		<comments>http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 06:02:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Widarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[RekansBlog ini saya buat sebagai ajang bertukar pikiran dan pengalaman.Oh ya, saya dilahirkan di dekat gunung Tidar (‘king’ Tidar maksudnya ’saking’ Tidar yang artinya dari Tidar, alias saya orang Magelang, Jawa Tengah. Tentunya saya orang Jawa. Saat ini saya berdomisili di Bandung. Saya beragama Islam. Semoga blog ini bermanfaat bagi kita semua Salam, Widarto Sunting<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widartoks.wordpress.com&amp;blog=2471423&amp;post=1&amp;subd=widartoks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview"><span style="font-family:arial;">Rekans</span>Blog ini saya buat sebagai ajang bertukar pikiran dan pengalaman.Oh ya, saya dilahirkan di dekat gunung Tidar (<i>‘king’</i> Tidar maksudnya <i>’saking’</i> Tidar yang artinya dari Tidar, alias saya orang Magelang, Jawa Tengah.</p>
<p>Tentunya saya orang Jawa. Saat ini saya berdomisili di Bandung. Saya beragama Islam.</p>
<p><span style="font-family:arial;">Semoga blog ini bermanfaat bagi kita semua<br />
</span><br />
<span style="font-family:arial;">Salam,</span><br />
<span style="font-family:arial;"> Widarto<br />
</span></div>
<p><a href="http://wdarto.wordpress.com/wp-admin/page.php?action=edit&amp;post=2">Sunting</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/widartoks.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/widartoks.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/widartoks.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/widartoks.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/widartoks.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/widartoks.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/widartoks.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/widartoks.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/widartoks.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/widartoks.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/widartoks.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/widartoks.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/widartoks.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/widartoks.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/widartoks.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/widartoks.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=widartoks.wordpress.com&amp;blog=2471423&amp;post=1&amp;subd=widartoks&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widartoks.wordpress.com/2008/01/08/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/633ce6a25f97d1de93ec0c2abf809e84?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Widarto</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
